BATAM | Suasana haru menyelimuti pemakaman Martinus Mangge (47), korban tewas dalam bentrokan dua kelompok dekat Jembatan III Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (16/9/2026) siang. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Kecamatan Sekupang.
Sejak pagi, keluarga, kerabat, anggota paguyuban, hingga sejumlah tokoh masyarakat sudah berkumpul untuk mengantar Martinus ke peristirahatan terakhir. Sebelum dimakamkan, jenazah Martinus sempat disemayamkan di gereja Katolik di Kecamatan Bengkong untuk mengikuti rangkaian ibadah pemakaman menurut tradisi Katolik. Setelah prosesi doa selesai, jenazah lalu dibawa menuju TPU Sei Temiang. Suasana duka makin terasa ketika keluarga dan sahabat mengiringi pemakaman.
Martinus merupakan warga Baloi Kolam, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka tembak pada dada kiri akibat bentrokan yang terjadi di Jalan Trans Barelang, Pulau Setokok, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah Martinus sempat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk menjalani prosesi pemakaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demi memastikan kelancaran dan keamanan prosesi pemakaman, aparat kepolisian melakukan penjagaan di sekitar TPU. Kabid Propam Polda Kepri, AKBP Robby Topan Manusiwa, hadir untuk memastikan prosesi berjalan kondusif. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menjelaskan kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman selama pemakaman berlangsung.
Pemakaman dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan suasana penuh keharuan. Tangis keluarga pecah saat jenazah Martinus diturunkan ke liang lahat. “Bapa, jangan pergi,” terdengar lirih dari salah satu anak korban yang tak kuasa menahan duka.
Peristiwa meninggalnya Martinus berawal dari bentrokan antardua kelompok di kawasan Jalan Trans Barelang dua hari sebelumnya. Dalam insiden ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka dan masih menyelidiki untuk mengungkap rangkaian peristiwa beserta peran masing-masing pihak. Selain Martinus, korban jiwa lainnya dalam insiden ini adalah Heribertus Woda. Sesuai keterangan kepolisian, jenazah Heribertus akan dipulangkan ke kampung halamannya di Ende, Nusa Tenggara Timur, dengan pendampingan keluarganya dan bantuan penuh dari pihak kepolisian.
Hingga kini, pihak berwajib terus melakukan penyelidikan untuk menelusuri dan memproses seluruh pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Prosesi pemakaman Martinus menjadi pengingat duka mendalam akibat konflik yang merenggut nyawa. (*)














































