Liputan1.net- BANDUNG BARAT — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mendapat sambutan positif dari keluarga besar SMP Negeri 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.selasa 15/9/2026.
Sebanyak 1.278 peserta didik di sekolah tersebut menjadi bagian dari penerima program yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak selama mengikuti aktivitas pembelajaran.
Kepala SMP Negeri 3 Ngamprah, Ceceng Gunawan, S.Pd., MM.Pd., mengatakan keberadaan program MBG disambut gembira oleh para siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat penting karena membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak.
“Alhamdulillah, selama program ini ada sampai saat ini, program ini disambut gembira oleh anak-anak. Pada intinya, program ini sangat mendukung anak-anak untuk memenuhi gizi,” ujar Ceceng saat diwawancarai.
Sekolah Tak Asal Bagikan Makanan
Meski mendapat respons positif, pihak sekolah mengaku tetap menerapkan kehati-hatian dalam proses pembagian makanan kepada siswa.
Ceceng menjelaskan, sebelum makanan dibagikan, pihak guru terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap menu yang diterima.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada peserta didik dalam kondisi yang sesuai sebelum dikonsumsi.
“Kami juga sangat selektif ketika mau dibagikan. Kami dari pihak guru selalu mengecek terlebih dahulu menunya, karena kami sangat berhati-hati dan tidak ingin hal-hal terjadi di sekolah kami,” katanya.
Menurut Ceceng, kehati-hatian tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG, mengingat makanan yang diberikan dikonsumsi oleh jumlah siswa yang cukup banyak.
1.278 Siswa Jadi Perhatian Sekolah
Dengan jumlah peserta didik mencapai 1.278 orang, pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 3 Ngamprah membutuhkan koordinasi yang baik agar proses distribusi berjalan tertib.
Pihak sekolah juga memastikan proses pembagian menjadi perhatian bersama, mulai dari penerimaan makanan hingga sebelum makanan dikonsumsi siswa.
Ceceng berharap program MBG dapat terus berjalan secara baik dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Intinya kami sangat mengapresiasi program ini karena sangat mendukung kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Program MBG yang diluncurkan pemerintah menjadi salah satu program yang mendapat perhatian di lingkungan pendidikan. Di tingkat sekolah, keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada pengawasan dan kehati-hatian agar makanan yang diterima siswa dapat dikonsumsi dengan aman dan sesuai ketentuan..”Tim liputan”














































