Mayat Terikat di Pesantren Aceh Singkil: Perampokan Berujung Maut?

LIPUTAN 1

- Redaksi

Minggu, 16 Maret 2025 - 00:56 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil |  Suasana mencekam menyelimuti Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, setelah penemuan jasad Hj. E (65), seorang perempuan lanjut usia, di kompleks Pesantren Nurul Hidayah pada Jumat, 15 Maret 2025. Ibu dari pemilik pesantren, H. Arwan, ditemukan tewas mengenaskan dengan kedua tangan terikat tali rafia. Kejadian ini pun menggegerkan warga Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Penemuan mengerikan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang tukang masak di pesantren. Dengan suara bergetar, ia menceritakan, “Pagi tadi saya melihat Ibu Hj. E, tapi saya langsung kaget saat melihat tangannya terikat tali rafia. Saya langsung berteriak minta tolong!” Teriakannya mengundang perhatian para santri dan pengurus pesantren yang segera bergegas ke lokasi.

Kondisi korban yang mengenaskan, ditambah hilangnya perhiasan emas dan sejumlah uang tunai, semakin menguatkan dugaan pembunuhan disertai perampokan. Dugaan awal menyebutkan Hj. E mengalami tindak kekerasan sebelum meninggal dunia. Polisi yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Hasil autopsi dari RSUD Aceh Singkil masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mendapatkan data akurat guna memperkuat penyelidikan,” ujar seorang sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya. Polisi hingga kini masih memburu pelaku dan meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam dan kekhawatiran di tengah masyarakat Desa Tanah Bara. Seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, “Kami percaya sepenuhnya kepada Polres Aceh Singkil untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan adil. Pelaku harus dihukum setimpal atas perbuatan kejinya.”

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib. Polisi juga diharapkan meningkatkan patroli dan keamanan di sekitar pesantren dan wilayah sekitar untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Penyelidikan kasus ini masih terus berlanjut, dan Teropong Barat akan terus memberikan update perkembangan terbaru.

Reporter: Anton /Tim

Berita Terkait

Keadilan Akhirnya Menang: Pengadilan Tinggi Kabulkan Banding, Yakarim Munir Lembong Resmi Bebas
Proses Hukum atau Alat Tekanan? Sidang Yakarim Munir Ungkap Batas Kabur antara Pidana dan Perdata
REPRO Dorong Presiden Bentuk Tim Audit Aktivitas Perusahaan Sawit di Aceh Singkil
Sebut 6 Alasan Pokok, Politisi Muda Partai Aceh Minta Gubernur Segera Lantik Sekda dan Kepala SKPA Defenitif
Kriminalisasi HGU di Aceh Singkil-Subulussalam: Perusahaan Sawit Diduga Rampas Lahan, Ancam Ekosistem”

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:34 WIB

Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden atas Program Makan Gratis, SMP IT Samudera Pasai Mulia Siapkan 1.000 Santri Gratis

Senin, 23 Maret 2026 - 15:24 WIB

Siapkan Generasi Emas Indonesia 2045. SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia Gagas 1000 Formulir Untuk Pendidikan Gratis

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:31 WIB

Ramadhan Camp-AOC 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Komunitas Yatim Dan Fakir miskin Kota Panton Labu Di Santuni Oleh Komunitas S3 Sedekah Seribu Sehari

Minggu, 8 Februari 2026 - 00:53 WIB

Bantuan Posko Terpadu BNPB Dan Korem 011 Lilawangsa Tiba Di Tengah Masyarakat Terdampak Banjir

Sabtu, 27 September 2025 - 00:49 WIB

Gelar BBKT 2025, Karang Taruna Aceh Utara Jadikan Soliditas Pemuda sebagai Kekuatan Sosial Baru

Jumat, 2 Mei 2025 - 07:51 WIB

Sekjen DPW SWI Provinsi Aceh Tekankan, Pentingnya Dalam Solidaritas Pekerja Dan Wartawan.

Sabtu, 15 Maret 2025 - 04:04 WIB

Pimpinan Redaksi Metroperiswa Sangat Menyesalkan Pernyataan Humas PT Eliazer Nohar Pratama, Terkait Wartawan Diminta Ikuti Ketentuan Perusahaan

Berita Terbaru