Lioutan1.net- BANDUNG BARAT — Program revitalisasi SD Negeri Tresnaraja, Kampung Ciraja RT 03/RW 04, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, mulai memperlihatkan perkembangan signifikan. Pembangunan yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut kini telah mencapai sekitar 50 persen.
Program dengan nilai bantuan Rp941.085.900 itu dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Pekerjaan mencakup pembangunan ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi ruang yang menjadi sasaran revitalisasi, serta pembangunan/perbaikan fasilitas toilet sekolah.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah tahapan pekerjaan konstruksi masih berlangsung. Salah satunya pemasangan rangka atap menggunakan material baja ringan, sementara pekerjaan pada sejumlah bagian bangunan lainnya terus dikerjakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
P2SP Jadi Mekanisme Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan program, P2SP menjadi bagian dari mekanisme swakelola yang melibatkan unsur sekolah dalam pengelolaan kegiatan pembangunan.
Pihak sekolah menyatakan pelaksanaan pekerjaan mengacu pada ketentuan serta spesifikasi teknis yang telah dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Guru SDN Tresnaraja, Ayi Nurdin, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi yang diberikan kepada sekolah.
> “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan revitalisasi ini. Bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah, khususnya dalam menunjang sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Ayi.
Menurut Ayi, pihak sekolah bersama P2SP berupaya menjalankan pembangunan sesuai ketentuan program.
> “Dalam tata kelola pelaksanaan, kami membentuk P2SP sesuai instruksi pemerintah. Untuk pelaksanaan pembangunan, kami mengikuti spesifikasi yang sudah dituangkan dalam RAB,” jelasnya.
Keselamatan Pekerja Turut Disorot
Selain mengejar penyelesaian fisik bangunan, aspek keselamatan kerja juga disebut menjadi perhatian selama pelaksanaan proyek.
Ayi mengatakan pihak sekolah mengingatkan pekerja untuk memperhatikan keselamatan kerja dan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan dan kondisi di lapangan.
> “Kami selalu mengingatkan pekerja agar mematuhi aturan keselamatan kerja dan menggunakan APD. Untuk JKK dan BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja juga sudah kami daftarkan,” katanya.
Hal tersebut menjadi penting mengingat sebagian pekerjaan konstruksi dilakukan pada bagian struktur dan atap bangunan yang memiliki risiko pekerjaan di ketinggian.
Targetnya Bukan Sekadar Bangunan Baru
Revitalisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan. Pihak sekolah berharap sarana yang lebih memadai dapat memberikan dampak terhadap kenyamanan siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
> “Kami berharap dengan adanya fasilitas yang menunjang kegiatan belajar, dapat menciptakan generasi anak bangsa yang unggul dan berkualitas di masa depan,” tutur Ayi.
Menurutnya, ruang belajar dan fasilitas penunjang yang layak merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang lebih optimal.
Sekolah Masih Membutuhkan Mebeler
Di tengah pembangunan yang terus berjalan, sekolah juga masih memiliki kebutuhan sarana pendukung lainnya.
Salah satunya mebeler, seperti meja dan kursi siswa serta perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar.
> “Selain bantuan pembangunan, ke depannya kami dari pihak sekolah masih membutuhkan fasilitas mebeler untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” pungkas Ayi.
Dengan progres yang telah mencapai sekitar 50 persen, pihak sekolah berharap seluruh tahapan revitalisasi dapat diselesaikan sesuai rencana. Setelah rampung, hasil pembangunan diharapkan mampu memberikan fasilitas pendidikan yang lebih layak sekaligus menunjang kenyamanan proses belajar mengajar bagi siswa dan tenaga pendidik di SDN Tresnaraja.”Liputan1.net”










































