Rizki Handayani: Bandung Harus Jadi Top Destinasi, Bukan Sekadar Favorit Lama

LIPUTAN 1

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:35 WIB

50138 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung — Kota Bandung dinilai masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani, saat berkunjung ke Balai Kota Bandung pada Senin, 21 Juli 2025. Menurut Rizki, Bandung memiliki potensi kuat yang ditopang oleh atraksi, aksesibilitas, dan amenitas yang mumpuni untuk terus menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Bandung itu harus paling top. Sejak dulu memang jadi destinasi wisata favorit. Sekarang tinggal bagaimana kita mengembangkan lebih lanjut dengan pendekatan yang lebih berkualitas,” ujar Rizki. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata harus berangkat dari pemetaan yang akurat terhadap industri pariwisata itu sendiri, termasuk hotel, restoran, serta tempat rekreasi. Salah satu isu krusial yang disoroti adalah keberadaan penginapan sewa harian seperti vila dan rumah singgah yang belum tercatat secara resmi dalam sistem perizinan negara.

Menurutnya, banyak akomodasi yang belum terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS), termasuk di Bandung, yang berdampak pada kurang maksimalnya penerimaan pajak daerah serta menimbulkan ketimpangan dengan hotel-hotel resmi yang menjalankan kewajiban administratif dan perpajakan. Ia mengusulkan agar penginapan nonformal tersebut diarahkan menjadi sewa mingguan atau bulanan agar tetap dapat beroperasi tanpa merugikan pelaku usaha hotel. Penataan ini juga dinilai perlu agar ekosistem pariwisata berjalan secara adil dan terukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizki juga menyoroti kekuatan Bandung dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional, khususnya dalam sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Bandung dinilai sebagai kota kreatif yang piawai menggelar event, namun Rizki menyarankan agar ke depan lebih difokuskan pada penyelenggaraan event-event tematik yang menyasar wisatawan dengan masa tinggal lebih panjang dan tingkat belanja yang tinggi. Ia menekankan pentingnya pendataan dan integrasi informasi event sebagai upaya memperkuat branding destinasi Bandung.

Tak hanya itu, ia menyarankan pengembangan potensi wisata berbasis gastro-tourism, wellness, dan fesyen. Kota Bandung yang dikenal sebagai pusat kuliner dan mode, terutama fesyen muslim dan kerajinan seperti alas kaki, dinilai memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara strategis. Rizki mencontohkan, wisatawan dari Jakarta umumnya hanya berkunjung selama akhir pekan, padahal jika dikembangkan paket wisata tiga hari berbasis kesehatan atau fashion, mereka bisa tinggal lebih lama dan memberi kontribusi ekonomi lebih besar.

Dalam kaitannya dengan isu lingkungan, ia juga menyoroti tantangan pengelolaan sampah di sektor perhotelan. Keterbatasan lahan di tengah kota menurutnya dapat menjadi peluang bagi tumbuhnya startup yang fokus pada pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular, seperti pupuk maggot atau daur ulang plastik. Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar tantangan ini dapat dijawab dengan inovasi yang berkelanjutan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam kesempatan yang sama menyambut baik masukan tersebut dan menyampaikan pentingnya pemetaan profil wisatawan secara mendalam. Ia menilai bahwa program pariwisata tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik pengunjung, mulai dari latar belakang sosial ekonomi hingga pola transaksi mereka. Farhan mendorong agar seluruh perangkat daerah terkait dapat aktif mengidentifikasi data ini sebagai landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tajam.

Ia mencontohkan kawasan Cibaduyut yang selama ini dikenal sebagai sentra industri alas kaki. Menurutnya, kawasan tersebut perlu diangkat tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek desain dan strategi branding, sehingga dapat menjadi wajah baru pariwisata belanja Kota Bandung yang lebih kuat dan mendunia. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengarahkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas kunjungan dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Dengan komitmen bersama antara Pemkot Bandung dan Kemenparekraf, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat strategi pembangunan sektor pariwisata yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga reputasi Bandung sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Bantuan Sosial Beras Kemensos Disalurkan untuk 1.725 KPM di Desa Sukajaya, Lembang
Desa Rajamandala kulon terima bantuan beras sebanyak 2.734 penerima manfaat
BAI DPC Kabupaten Bandung Barat Hadir untuk Perkuat Akses Masyarakat terhadap Layanan Hukum
3. Dugaan Penganiayaan di Kantor BPN Kota Bandung, Anggota LSM KOREK Tempuh Jalur Hukum
Desa Ciptagumati Raih Juara III Jamsostek Award 2026 Tingkat Jawa Barat
MBG di SMP Negeri 3 Ngamprah Disambut Antusias, 1.278 Siswa Jadi Penerima
Puncak HUT RI ke-81 di Guha Mulya Meriah, Sopian M.H Deklarasikan Niat Maju sebagai Balon Kepala Desa Nyalindung
Bantuan Beras Kemensos Disalurkan, 598 KPM Desa Sukatani Terima 3 Karung untuk Tiga Bulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:28 WIB

Jaring Teritorial Diperkuat, Babinsa Desa Pelang Rajut Komunikasi Bersama Warga

Rabu, 23 September 2026 - 10:52 WIB

Jalin Kedekatan dengan Warga, Kodim 0719/Jepara Pantau Situasi Wilayah Kendengsidialit

Rabu, 23 September 2026 - 10:50 WIB

Patroli Bakti Teritorial Prima, Kodim 0719/Jepara Pantau Kondisi Wilayah Pecangaan Kulon

Rabu, 23 September 2026 - 10:48 WIB

Jaga Denyut Keamanan Wilayah, Kodim 0719/Jepara Gelar Patroli di Kelurahan Kauman

Rabu, 23 September 2026 - 10:44 WIB

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dampingi Kegiatan Active Case Finding TBC di Kelurahan Bulu

Rabu, 23 September 2026 - 10:32 WIB

Sambangi Wilayah Binaan, Kodim 0719/Jepara Perkuat Patroli dan Komsos di Keling

Rabu, 23 September 2026 - 10:30 WIB

Jaga Kondusivitas Wilayah, Kodim 0719/Jepara Pantau Situasi Desa Guyangan

Rabu, 23 September 2026 - 10:28 WIB

Batuud Koramil 06/Welahan Hadiri Musrenbangdes Desa Brantaksekarjati, Bahas RKP Desa 2027

Berita Terbaru