Jaksa Agung : “Negara Masih Ada”

LIPUTAN 1

- Redaksi

Selasa, 18 Maret 2025 - 02:43 WIB

50176 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini oleh : Sri Radjasa, MBA

PERNYATAAN Jaksa Agung terkait kasus kejahatan oleh Pertamina, negara masih ada. Rakyat bertanya, negara selama ini kemana saja, setelah hak rakyat digerogoti habis-habisan oleh koruptor yang kerapkali berkolaborasi dengan oknum aparat hukum. Kemudian rakyat kembali bertanya, mengapa negara tebang pilih dalam penegakan hukum, seperti kasus Joko Chandra, kasus investasi bodong, kasus jiwasraya, kasus pagar laut illegal, kasus menko ekonomi airlangga, kasus BTS.

Belum lagi, dugaan kasus korupsi di internal Kejagung yang akhir-akhir ini marak di media massa, yaitu pengadaan peralatan intelijen di jajaran Jamintel dan kasus di lingkungan Kejati dimana jaksa berperan sebagai kontaktor berebut paket proyek APBD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum saatnya Kejagung berbesar hati, atas pengungkapan kasus mega korupsi selama ini, karena terbukti paska penangkapan koruptor, proses hukum yang dilakukan sangat mencederai rasa keadilan, bahkan kasus korupsi dijadikan peluang untuk mencicipi hasil korupsi oleh oknum jaksa. Ada kesan sepertinya rakyat dungu, tidak mengetahui apa yang terjadi pada proses hukum kasus besar korupsi.

Saat ini public menaruh kecurigaan adanya konspirasi, terkait maraknya pengungkapan kasus besar korupsi di awal kepemimpinan presiden Prabowo, namun penyelesaian hukumnya setengah hati, sehingga memicu semakin kuat ketidak percayaan public terhadap presiden yang selama ini amat keras terhadap pemberantasan korupsi.

Kecurigaan public bukan tanpa alasan, mengingat posisi Jaksa Agung dan Kapolri yang tidak berubah, adalah pesanan Jokowi. Sangat manusiawi jika loyalitas Jaksa Agung dan Kapolri, lebih berat kepada Jokowi ketimbang Prabowo.

Patut diwaspadai pengungkapan kasus besar korupsi saat ini, merupakan bagian dari operasi garis dalam Jokowi, dalam rangka mengeliminir tingkat kepercayaan rakyat terhadap presiden Prabowo.

Penulis adalah Pemerhati Intelijen

Berita Terkait

Alarm Keras bagi Lingkungan dan Kesiapsiagaan Kita
Istri Camat Lembang Angkat Bicara: Penertiban PKL Terkait Kebersihan dan Keselamatan Lingkungan
DPD IWO-I KBB Ajak DPRD Perkuat Kemitraan dengan Media: Transparansi Informasi Harus Dirasakan Masyarakat, Bukan Sekadar Janji
Gosip Lahir dari Prasangka, Tumbuh Lewat Ketidaktahuan
Sekuler Kapitalis, Biang Kerok Maraknya Hubungan Sedarah
Tegaknya Khilafah, Solusi Hakiki Bagi Gaza
Ketika Polisi Merangsek ke Ranah Sipil, Kemana Mahasiswa dan Pejuang Demokrasi
Harapan Besar ! YAHMAN Efendi: Kepemimpinan Baru Pesisir Barat Harus Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Senin, 21 September 2026 - 23:32 WIB

Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:43 WIB

BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Tatap Muka dan Silaturahmi Bersama Bhayangkari Se-Cabang Aceh Tenggara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:56 WIB

LIRA Gayo Lues Desak Transparansi, Bantah “Kondusif” Versi Dinas Pertanian Soal Dugaan Potongan Bantuan Irigasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:11 WIB

Sigap di Tengah Bencana, Personel Polsek Lawe Sigala-gala Bantu Warga Melintas di Lokasi Banjir Bandang

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:03 WIB

Patroli Malam Polres Aceh Tenggara, Wujud Nyata Hadirnya Polisi Jaga Keamanan Masyarakat

Berita Terbaru