Gosip Lahir dari Prasangka, Tumbuh Lewat Ketidaktahuan

My Redaksi

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 22:14 WIB

50349 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rubrik Opini Oleh: Muhammad Adhar

Nagan Raya|Liputan1.net – Diiera digital, arus informasi mengalir sangat cepat. Media sosial dan berbagai platform komunikasi memungkinkan segala bentuk kabar tersebar hanya dalam hitungan detik—termasuk gosip. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar telah melalui proses verifikasi yang layak.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya literasi digital: kemampuan untuk memilah, menelaah, dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Gosip, dalam banyak kasus, dapat berdampak negatif terhadap individu maupun masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perlu dipahami bahwa gosip tidak muncul begitu saja. Ia kerap berakar dari prasangka, kesalahpahaman, atau dorongan emosional yang belum terselesaikan. Dalam beberapa situasi, gosip digunakan untuk merendahkan, membandingkan, atau memperkuat posisi sosial tertentu. Tanpa kehati-hatian, hal ini bisa memperkuat stigma dan memperlemah kohesi sosial.

Dalam ruang-ruang yang kurang terbangun secara kritis, gosip bisa menjelma menjadi sarana hiburan, bahkan alat pengaruh. Ia hidup subur di tengah ketidaktahuan, ketika informasi disampaikan tanpa klarifikasi, dan ketika opini pribadi diolah menjadi seolah-olah fakta.

Namun gosip tidak dapat berkembang jika dihadapi dengan kesadaran berpikir dan kehati-hatian dalam bertindak. Ia hanya bertahan di kepala yang menolak berpikir kritis, dan menyebar melalui mereka yang abai terhadap akurasi dan dampak dari informasi yang disampaikan.

Orang yang bijak tidak menutup telinga dari informasi, tetapi memilih untuk tidak menyebarkannya jika tidak jelas sumber dan kebenarannya. Di sanalah peran penting dari sikap selektif, empatik, dan bertanggung jawab terhadap apa yang dibagikan.

Dalam masyarakat yang sehat secara intelektual dan etis, gosip kehilangan daya. Ia berhenti bukan karena tidak terdengar, tetapi karena tidak diteruskan. Inilah pentingnya membangun budaya berpikir, bertanya, dan memverifikasi—agar ruang publik dipenuhi oleh informasi yang mencerahkan, bukan memperkeruh suasana.

 

Koresponden : Desta

Berita Terkait

Alarm Keras bagi Lingkungan dan Kesiapsiagaan Kita
Istri Camat Lembang Angkat Bicara: Penertiban PKL Terkait Kebersihan dan Keselamatan Lingkungan
DPD IWO-I KBB Ajak DPRD Perkuat Kemitraan dengan Media: Transparansi Informasi Harus Dirasakan Masyarakat, Bukan Sekadar Janji
Sekuler Kapitalis, Biang Kerok Maraknya Hubungan Sedarah
Tegaknya Khilafah, Solusi Hakiki Bagi Gaza
Ketika Polisi Merangsek ke Ranah Sipil, Kemana Mahasiswa dan Pejuang Demokrasi
Jaksa Agung : “Negara Masih Ada”
Harapan Besar ! YAHMAN Efendi: Kepemimpinan Baru Pesisir Barat Harus Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:10 WIB

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 Jadi Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet*

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:09 WIB

Kapolri: Polri Siap Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum Internasional Bersama FBI Hadapi Kejahatan Modern

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:21 WIB

Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan PT PPA–PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:24 WIB

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:53 WIB

Diterbitkannya SK Penyempurnaan PB. MI 2026-2030, Dr. Fachrul Razi Tegaskan Legalitas di Bawah Kepemimpinan AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Fokus Prestasi Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:40 WIB

SWI Sambut Positif Arahan Dewan Pers, Siap Tingkatkan Standar Keanggotaan Wartawan

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:59 WIB

Tuduhan ke AHY dan Ibas Bermotif Politik, Publik Diminta Bijak dan Rasional

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:48 WIB

DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960

Berita Terbaru