Pemuda Promotor Pariwisata Secara Tak Langsung Fasilitator Sekuler

LIPUTAN 1

- Redaksi

Senin, 2 Desember 2024 - 09:12 WIB

50214 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rahmi Surainah, M.Pd alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menggelar Bimbingan Teknis Promosi dan Pemasaran Digitalisasi Kepariwisataan selama tiga hari. Bimbingan Teknis Promosi dan Pemasaran Digitalisasi Kepariwisataan merupakan lanjutan dari kerja sama yang sudah dibangun Pemkab Paser dengan Poltekpar NHI Bandung.

Poltekpar NHI Bandung, sebagai institusi pendidikan kepariwisataan terbaik di Indonesia, menjadi mitra strategis Kabupaten Paser dalam menghadirkan inovasi di sektor pariwisata. Kepala Disporapar yang didampingi Kepala Bidang Kepariwisataan Khairuddin menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Paser dan Poltekpar NHI Bandung ini merupakan langkah strategis yang bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan menciptakan inovasi di sektor pariwisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Pemuda Dibajak Fasilitator Sekuler*

Saat ini potensi pemuda sedang dibajak melalui program-program. Di antaranya duta pariwisata dan promotor, pemuda disuruh berinovasi menyiarkan pariwisata. Seolah-olah melalui keterlibatan tersebut para pemuda sudah berpartisipasi dalam pembangunan dengan meningkatkan pemasukan daerah melalui pariwisata yang mereka promosikan.

Pariwisata selama ini terbukti menambah pemasukan bagi APBD dan akan digenjot lebih tinggi lagi dengan kerja sama. Orientasi pariwisata sebagai sumber pendapatan di sisi lain SDAE justru diserahkan ke pihak lain. Sayang negara tidak mengambil peran, karena alasan “ketidakmampuan mengekplorasi”. Sebaliknya negara memposisikan diri sebagai regulator, menyebabkan SDAE bukan sebagai kantong pemasukan yang besar.

Secara tidak langsung pemuda menjadi fasilitator sekuler karena keterlibatannya sebagai promotor pariwisata. Tidak dapat dipungkiri pariwisata tidak hanya mentransfer aliran dana bagi negara tetapi juga gaya hidup, pergaulan bebas, prostitusi, kemaksiatan kriminal dsb. Jika hal ini tidak diperhatikan tentu akan berefek kepada masyarakat lokal termasuk pemuda yang sekaligus menjadi promotornya.

Oleh karena itu, negara harus memiliki tanggung jawab sekaligus pelaksana rencana strategis dan peta jalan agar potensi peran pemuda berjalan dengan benar. Pemuda harus secara nyata dioptimalkan dalam pembangunan, yakni melahirkan peradaban yang cemerlang. Bukan sebaliknya membajak peran pemuda sebagai fasilitator kapitalis sekuler.

*Pemuda Muslim Pemuda Terbaik*

Pariwisata sejatinya adalah tempat syiar yang efektif karena selain menyodorkan keindahan alam juga Kemahabesaran Allah Swt. Andai pemuda terlibat di dalamnya maka dia hanya akan sebagai promotor syiar Islam, yakni uslub/ jalan dakwah.

Role model pemuda muslim akan betul-betul menjadikan Islam sebagai standar hidupnya. Sejak kemunculannya, Islam selalu memiliki para pejuang di kalangan para pemuda yang patut dijadikan teladan. Sebut saja salah satunya, Mush’ab bin Umair sebagai duta pertama Islam di Madinah dari golongan pertama pemeluk Islam.

Mush’ab bin Umair sebagai pemuda yang cemerlang, tampan, cerdas, serta penuh dengan semangat jiwa kemudaan. Rasulullah Saw mengutus Mush’ab untuk mengajarkan dan menanamkan ajaran Islam kepada muslimin Madinah serta berdakwah kepada mereka yang masih musyrik setelah musim haji sudah berakhir dan setelah bai’at terlaksana.

Salah satu kisah sukses dakwah Mush’ab yang pernah diriwayatkan adalah saat ia berhasil mengislamkan Sa’ad bin Mu’adz dan Usaid bin Hudhair yang merupakan tetua di Madinah dari bani Abdul Asyhal. Demikianlah, dengan potensi yang dimilikinya pemuda muslim seharusnya berusaha menjadi duta dakwah. Selanjutnya mereka juga harus berusaha role model untuk melakukan aktivitas perubahan yang nyata.

Oleh karena itu, kalau berkaca dalam kehidupan sekarang sosok pemuda harus jadi duta pejuang Islam. Dengan dakwah mereka ikut terlibat menyadarkan umat akan pentingnya kehidupan Islam. Jangan sampai pemuda terbajak sebagai fasilitator kapitalis sekuler.
Wallahua’lam…

Berita Terkait

Alarm Keras bagi Lingkungan dan Kesiapsiagaan Kita
Istri Camat Lembang Angkat Bicara: Penertiban PKL Terkait Kebersihan dan Keselamatan Lingkungan
DPD IWO-I KBB Ajak DPRD Perkuat Kemitraan dengan Media: Transparansi Informasi Harus Dirasakan Masyarakat, Bukan Sekadar Janji
Gosip Lahir dari Prasangka, Tumbuh Lewat Ketidaktahuan
Sekuler Kapitalis, Biang Kerok Maraknya Hubungan Sedarah
Tegaknya Khilafah, Solusi Hakiki Bagi Gaza
Ketika Polisi Merangsek ke Ranah Sipil, Kemana Mahasiswa dan Pejuang Demokrasi
Jaksa Agung : “Negara Masih Ada”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:42 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Senin, 8 Juni 2026 - 06:48 WIB

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:38 WIB

Intimidasi dan Ancaman Deportasi: Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal*

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:07 WIB

PPWI Sambut WPF University, Gagas Kolaborasi Strategis Pendidikan dan Peradaban

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:34 WIB

Aksi Premanisme Oknum LMPI di Kuningan Salah Total, PPWI dan GMOCT Desak Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Jurnalis*

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:42 WIB

Kasus Korupsi Wamen Imipas: Dr. Fachrul Razi Desak Reformasi Total Ditjen Imigrasi

Senin, 25 Mei 2026 - 03:46 WIB

BNPT dan Densus 88 Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda di Era Digital*

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:17 WIB

Polri dan Bank Indonesia Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Rupiah*

Berita Terbaru