Alarm Keras bagi Lingkungan dan Kesiapsiagaan Kita

LIPUTAN 1

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 21:51 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTAN 1 | Banjir yang terjadi di Aceh saat ini menjadi peristiwa yang sangat memprihatinkan. Ribuan warga terdampak, rumah terendam, aktivitas ekonomi lumpuh, dan sebagian masyarakat terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menyisakan duka dan trauma bagi masyarakat Aceh.

Menurut saya, banjir yang terus berulang di Aceh tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai bencana alam semata. Curah hujan tinggi memang menjadi pemicu utama, namun kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai, berkurangnya kawasan hutan, serta sistem drainase yang kurang memadai turut memperparah kondisi. Ketika alam tidak lagi mampu menampung air, masyarakatlah yang akhirnya menanggung akibatnya.

Pemerintah daerah dan pusat telah berupaya melakukan penanganan darurat melalui evakuasi, bantuan logistik, dan penyediaan tempat pengungsian. Namun, bencana ini menunjukkan bahwa langkah pencegahan dan mitigasi masih perlu ditingkatkan. Normalisasi sungai, perbaikan tata ruang, serta pengawasan terhadap perusakan lingkungan harus menjadi perhatian serius agar banjir tidak terus terulang setiap tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya berpendapat bahwa banjir di Aceh seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak. Masyarakat perlu lebih peduli terhadap lingkungan, sementara pemerintah harus lebih tegas dalam kebijakan pengelolaan alam dan kesiapsiagaan bencana. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Aceh dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana di masa depan.

Berita Terkait

Istri Camat Lembang Angkat Bicara: Penertiban PKL Terkait Kebersihan dan Keselamatan Lingkungan
DPD IWO-I KBB Ajak DPRD Perkuat Kemitraan dengan Media: Transparansi Informasi Harus Dirasakan Masyarakat, Bukan Sekadar Janji
Gosip Lahir dari Prasangka, Tumbuh Lewat Ketidaktahuan
Sekuler Kapitalis, Biang Kerok Maraknya Hubungan Sedarah
Tegaknya Khilafah, Solusi Hakiki Bagi Gaza
Ketika Polisi Merangsek ke Ranah Sipil, Kemana Mahasiswa dan Pejuang Demokrasi
Jaksa Agung : “Negara Masih Ada”
Harapan Besar ! YAHMAN Efendi: Kepemimpinan Baru Pesisir Barat Harus Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Senin, 21 September 2026 - 23:32 WIB

Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:43 WIB

BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Tatap Muka dan Silaturahmi Bersama Bhayangkari Se-Cabang Aceh Tenggara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:56 WIB

LIRA Gayo Lues Desak Transparansi, Bantah “Kondusif” Versi Dinas Pertanian Soal Dugaan Potongan Bantuan Irigasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:11 WIB

Sigap di Tengah Bencana, Personel Polsek Lawe Sigala-gala Bantu Warga Melintas di Lokasi Banjir Bandang

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:03 WIB

Patroli Malam Polres Aceh Tenggara, Wujud Nyata Hadirnya Polisi Jaga Keamanan Masyarakat

Berita Terbaru