Edwin Senjaya Buka Alarm Sosial Buahbatu: Perda Baru Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 11:51 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung// liputan 1 n net  — Regulasi baru Kota Bandung mulai diuji bukan hanya di ruang sidang, tetapi di tengah masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam sarasehan lintas sektor di Kecamatan Buahbatu, Sabtu (19/9/2026), ketika Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., memaparkan Perda Nomor 3 dan Nomor 4 Tahun 2026.

Edwin membawa pembahasan regulasi tersebut ke titik yang lebih konkret: pencegahan harus dimulai sebelum persoalan sosial berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Perda Nomor 3 Tahun 2026 mengatur penyelenggaraan ketertiban umum, ketenteraman dan perlindungan masyarakat. Sementara Perda Nomor 4 Tahun 2026 mengatur pencegahan dan pengendalian perilaku seksual berisiko dan penyimpangan seksual. Kedua regulasi tersebut tercatat sebagai produk hukum yang berlaku di Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Regulasi ini harus menjadi kekuatan bersama untuk melakukan pencegahan. Pemerintah, tokoh agama, keluarga, pemuda dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujar Edwin.

Pernyataan itu memperlihatkan satu garis tegas yang selama ini ia dorong dalam berbagai agenda kewilayahan: kebijakan publik tidak cukup berhenti pada pembentukan aturan, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan yang dirasakan masyarakat.

Dalam agenda Musrenbang Buahbatu sebelumnya, Edwin juga menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan parsial dan membutuhkan sinergi antara pemerintah, DPRD serta pemangku kepentingan lainnya.

 

 

 

BUAHBATU DIUJI: SIAPA YANG BERGERAK?

Sarasehan di Aula Kantor Kecamatan Buahbatu mempertemukan unsur pemerintah kewilayahan, MUI, KUA, tokoh agama, Karang Taruna, kader PKK dan Posyandu, lurah, jamaah masjid, organisasi kemasyarakatan serta BUANA Indonesia.

Materi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang disampaikan AKBP (Purn.) H. Agus Gustiaman, dengan Benny Syafaat sebagai moderator.

Ketua Umum BUANA Indonesia Andrie P. Raksabuana, Siska N. Humaira, S.H., M.Kn., L.L.M., beserta jajaran pengurus BUANA Indonesia turut hadir dalam forum tersebut.

Sejumlah tokoh kewilayahan dan keagamaan juga hadir, di antaranya Ustaz Agus Nasihin, Hj. Yusmiati, S.Pd., H. Imam Rojali, Dr. H. Iyad Suryadi, M.M., Dra. Hj. Sri Kurniasih, M.Si., serta Ustaz Oman Mahmudin.

Bagi Edwin, persoalan narkotika dan perilaku seksual berisiko tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah atau aparat. Keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, pemuda dan masyarakat memiliki posisi penting dalam membangun sistem pencegahan.

Karena itu, gagasan “Buahbatu Bersinar” diarahkan sebagai semangat membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap penyalahgunaan narkotika melalui edukasi dan pencegahan.

 

 

EDWIN: JANGAN BIARKAN PERDA MENJADI PAJANGAN

Ketegasan Edwin dalam mengawal regulasi bukan hal baru. Dalam isu lain di Kota Bandung, ia juga pernah menegaskan bahwa aturan yang telah dibuat harus benar-benar ditegakkan dan tidak sekadar menjadi pajangan.

Kini, tantangannya bergeser pada bagaimana Perda 3 dan 4 Tahun 2026 dipahami masyarakat dan diterapkan melalui pendekatan yang edukatif, preventif, serta sesuai ketentuan hukum.

Sarasehan Buahbatu menjadi pengingat bahwa peraturan daerah bukan garis akhir. Ia justru menjadi awal dari pekerjaan yang lebih panjang: membangun kesadaran, memperkuat keluarga, melindungi masyarakat dan memastikan pencegahan berjalan di tingkat paling dekat dengan warga.

Dititik inilah figur Edwin Senjaya tampil bukan sekadar sebagai penyampai regulasi, tetapi sebagai salah satu penggerak dialog antara kebijakan DPRD dan kebutuhan masyarakat di tingkat kewilayahan.

Kolaborasi ini lah wakil rakyat bersama MUI dan pemerintah kewilayahan hususnya di kecamatan buah Batu menjadi bagian penting dalam mengelola kesenjangan sosial kemasyarakatan di kewilayahan ,

Edwin menegaskan menitipberatkan bahwa kesenjangan sosial menjadi tanggung jawab kita bersama pemerintah dan masyarakat”, tutupnya. ( Red Sri Haryati )

Berita Terkait

Revitalisasi SDN Sinarjaya Telan Rp1,41 Miliar, Progres Pembangunan Capai 70 Persen
KKI Bandung Barat Pasang Target Besar hingga 2030, Edy Syafrudin Bidik 6 Dojo Baru dan Atlet Unggulan
Revitalisasi SDN Kertasari Kertasari Cisarua Dapat Suntikan APBN Rp1,66 Miliar, Progres Capai 30 Persen
Dokling Gerindra Jabar Hadir di Bandung Barat, 300 Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Kadisdik Jabar Diduga Tutup Diri, Audiensi Media Dipersulit Pakai Aturan Ngarang
Ketua Komite SDN 1 ANDIR, Arogan Pada Media
Semarak HJKB ke 216 Rapat Paripurna DPRD Bandung Jadi Momentum Evaluasi dan Refleksi Pembangunan dan Kesejahteraan
Revitalisasi SDN Tresnaraja Tembus 50 Persen, Rp941 Juta APBN 2026 Mulai Wujudkan Wajah Baru Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:59 WIB

How to choose the right online casino: a practical guide for players

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:12 WIB

What makes Spin Rollz Online Casino unique: A deep dive into games and bonuses

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Explore the best casino features: what sets top platforms apart

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ein Überblick über die NV Casino App: Mobil spielen und profitieren

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Les meilleures astuces pour maximiser vos gains sur Tower Rush en 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Discover the benefits of the BangBet app for sports betting enthusiasts in Nigeria

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Step into the world of crypto casinos: Your guide to playing with Dogecoin in

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WIB

The ultimate game selection at Pin Up Nigeria Online Casino: Slots, tables, and more

Berita Terbaru