Antara Pengkhianat dan Penjilat Tidak Jauh Berbeda

My Redaksi

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 18:56 WIB

50337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya | Liputan1.net — Dalam perjalanan sejarah bangsa maupun dinamika kehidupan masyarakat, istilah pengkhianat dan penjilat senantiasa muncul. Keduanya kerap dipandang berbeda, namun sejatinya memiliki kesamaan: sama-sama menggerogoti kepercayaan dan merusak nilai kebersamaan. Kamis 28 Agustus 2025

Pengkhianat adalah mereka yang menusuk dari belakang, melanggar janji, dan berpaling dari komitmen. Sedangkan penjilat adalah mereka yang rela menjual prinsip, membocorkan amanah, bahkan merendahkan profesi sendiri demi keuntungan sesaat atau demi mencari muka pada pihak tertentu. Dua istilah berbeda, tetapi sama-sama bermuara pada satu sikap: mendahulukan kepentingan pribadi dengan mengorbankan kebenaran dan keadilan.

Kita bisa melihat jelas fenomena ini dalam kasus pembacokan wartawan di Nagan Raya. Alih-alih memberi dukungan moral kepada korban yang nyawanya hampir melayang, justru muncul oknum yang mengaku wartawan tetapi tega menyebarkan opini sesat dengan menuding korban melanggar kode etik. Padahal, faktanya korban hanya membela diri dari serangan maut, sebuah hak asasi yang dijamin Pasal 49 KUHP tentang pembelaan terpaksa (noodweer).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sinilah wajah asli penjilat terbuka: bukannya berdiri di barisan solidaritas pers, mereka justru menjadi corong yang melemahkan perjuangan korban. Sikap seperti ini sejatinya tidak jauh berbeda dengan pengkhianat. Bedanya hanya tipis—pengkhianat menusuk dari belakang, penjilat menunduk di depan penguasa sambil menjual integritas.

Sejarah mencatat, kehancuran suatu bangsa atau organisasi sering kali bukan karena serangan musuh dari luar, melainkan karena pengkhianatan dan penjilatan dari dalam. Demikian pula profesi wartawan: rusak bukan karena kritik publik, melainkan karena ulah oknum yang menggadaikan marwah pers demi kepentingan pribadi.

Kepercayaan adalah modal utama dalam menjaga persatuan, persaudaraan, dan martabat profesi. Begitu kepercayaan dikhianati, maka yang tersisa hanyalah kehinaan.

Editorial ini menegaskan: wartawan yang membela diri dari upaya pembunuhan bukanlah pelanggar kode etik, melainkan pejuang hidup. Yang melanggar etik sejati adalah mereka yang berkhianat dan menjilat, dengan cara melemahkan korban dan membela pelaku kejahatan.

Sejarah tidak akan pernah lupa siapa yang berdiri di sisi kebenaran, dan siapa yang tercatat sebagai pengkhianat dan penjilat profesi.

Berita Terkait

Tim Bulutangkis Polri Raih 4 Medali Emas dan 2 Perak SEA Police Badminton Championship 2026 di Kamboja*
Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah dengan Arab Saudi*
FISIP Universitas Moestopo Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kebersamaan Civitas Akademika
Menaker Buka Suara: THR 2026 Tak Boleh Dicicil, Titik!
Dugaan Pemaksaan Pembayaran Rp12 Juta oleh Pegawai PLN Artha Gading Disorot LPK-RI dan GMOCT
Peredaran Sabu di Nagan Raya Terbongkar, Ratusan Gram Narkotika Diamankan Polisi.
Terkait Tambang Emas Ilegal di Nagan Raya diduga di bekingin Oknum Perwira Polisi Ketua ASWIN Jangan Sebarkan Informasi Hoak
DPD IWO-I KBB Ajak DPRD Perkuat Kemitraan dengan Media: Transparansi Informasi Harus Dirasakan Masyarakat, Bukan Sekadar Janji

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Kapolres Bireuen Bersama Dandim 0111/Bireuen Tinjau Kesiapan Akhir Jembatan Baru Krueng Tingkeum

Sabtu, 19 September 2026 - 19:18 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Pembukaan AKSIOMA Kemenag Kabupaten Bireuen Tahun 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 18:32 WIB

Peringati HKGB Ke-74, Bhayangkari Cabang Bireuen Gelar Olah Raga dan Donor Darah

Jumat, 18 September 2026 - 00:44 WIB

Pocil Binaan Polres Bireuen Ikuti Lomba Polisi Cilik Tingkat Jajaran Polda Aceh Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Kamis, 17 September 2026 - 23:32 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milad Ke-60 Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)

Kamis, 17 September 2026 - 01:47 WIB

Sebanyak 350 Anak Yatim dan Santri Terima Santunan dalam Syukuran Hari Jadi ke-78 Polwan di Bireuen

Rabu, 16 September 2026 - 23:53 WIB

Dengan Memanfaatkan Layanan 110, Kapolres Bireuen Yakin Masyarakat Dapat Lebih Cepat Mendapat Bantuan di Situasi Darurat

Rabu, 16 September 2026 - 01:12 WIB

Polres Bireuen Tingkatkan Pengawasan SPBU dalam Wilayah Hukumnya untuk Menjaga Keamanan, Ketertiban dan Kelancaran Pelayanan BBM

Berita Terbaru