Nagan Raya – Liputan1.com – Yusri Mahendra yang sering disapa Abu Laot Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Triga Nusantara lndonesia ( Trinusa ) Provinsi Aceh yang juga merangkap ketua Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Trinusa kabupaten Nagan Raya menyampaikan bantahan resmi atas pernyataan Lembaga Aspirasi Nasional Aceh (LANA) yang menuding adanya oknum perwira kepolisian berpangkat AKBP diduga membekingi aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Nagan Raya.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Abu Laot menilai tudingan yang disampaikan LANA bersifat sepihak, belum disertai bukti hukum yang kuat, serta berpotensi menimbulkan persepsi keliru dan keresahan di tengah masyarakat.
Abu Laot Ketua Trinusa menegaskan bahwa setiap penyampaian informasi ke ruang publik harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta didasarkan pada fakta, data, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menghormati hak setiap lembaga dalam menyampaikan aspirasi dan kritik. Namun, menuding individu maupun institusi tanpa dasar hukum yang jelas adalah tindakan yang tidak tepat dan berpotensi menyesatkan publik,” tegas Abu Laot.
Lebih lanjut, Abu Laot menyoroti langkah-langkah preventif yang selama ini telah dilakukan pihak kepolisian di wilayah rawan penambangan emas ilegal.
Menurut Abu Laot kepolisian secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta memasang baliho dan spanduk larangan tambang emas ilegal di sejumlah titik yang dinilai rawan.
“Upaya sosialisasi dan pemasangan baliho larangan tambang ilegal menunjukkan adanya komitmen aparat kepolisian dalam upaya pencegahan. Oleh karena itu, tudingan adanya pembiaran atau pembekingan harus disikapi secara objektif dan proporsional,” tegas Ketua Trinusa Abu Laot.
Lebih lanjut Abu Laot juga mengingatkan agar setiap pihak tidak sembarangan menyampaikan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, karena dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi negara serta memicu keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu krue media belum mengkonfirmasi kepihak terkait, terkait hal tersebut. [Marfirah]













































