YBHA Apresiasi Pemko Banda Aceh Tangani Kasus Pemerkosaan Anak

My Redaksi

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:31 WIB

50133 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Kota Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh patut diacungi jempol dalam penanganan korban pemerkosaan anak, 26/02/2026.

Lewat slogan sebagai Kota Kolaborasi mulai menunjukkan arah yang jelas. Slogan ini bukan hanya sentilan untuk digaungkan saja, tapi juga ternyata mulai teruji dalam lapangan.

Direktur YBHA Rudy Bastian, S.H menjelaskan upaya Kolaborasi terbukti nyata dalam penanganan korban pemerkosaan usia anak yang baru-baru ini berinisial CB (16 tahun) bersama YBHA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak korban merupakan korban perkosaan yang menyebabkan kehamilan, dan butuh penanganan pengasuhan terhadap bayi yang akan dilahirkan nantinya”, jelas Rudy.

Korban yang secara notabene korban perkosaan membutuhkan penanganan serius, terintegrasi dan konprehensif telah berhasil diwujudkan secara optimal.

Rudy melanjutkan upaya sinergi dan kolaborasi lintas sektor YBHA bersama Dinas Sosial & Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh dengan tepat telah memberikan dukungan sosial dan penanganan efektif terhadap korban dan keluarganya.

“Hal ini menunjukkan komitmen serius pemerintah kota dalam memulihkan keadaan korban” tegas Rudy.

Respons cepat dari berbagai perangkat daerah di Kota Banda Aceh ini menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Kota dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi anak korban. Pendekatan yang cepat, sensitif terhadap korban, dan berkoordinasi lintas sektor merupakan bentuk keberpihakan terhadap kepentingan terbaik bagi anak.

YBHA Peutuah Mandiri menilai walikota Banda Aceh mulai mampu membangun pondasi utama kota ramah anak secara baik dan langkah‑langkah ini wajib terus dipertahankan serta menjadi contoh bagi seluruh pemangku kepentingan lainnya—baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi—dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Penanganan yang terkoordinasi, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan serta hak anak merupakan kunci untuk mewujudkan sistem perlindungan anak yang terintegrasi, efektif dan manusiawi”, ujar Rudy.

Lebih jauh, YBHA menegaskan bahwa upaya kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat dan dipertahankan. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, LSM, serta komunitas merupakan fondasi penting dalam sistem perlindungan anak yang ramah anak dan berkelanjutan.

YBHA Peutuah Mandiri tetap mendorong seluruh elemen yang terlibat dan para pekerja isu anak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi dan memperjuangkan hak‑hak korban untuk tidak berhenti dan terus mengupayakan penanganan yang inovatif.

“Kerja‑kerja kemanusiaan ini merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk menciptakan Banda Aceh yang aman, adil, dan ramah anak”, ucap Rudy.

Ke depan, YBHA Peutuah Mandiri berkomitmen untuk terus bersinergi dan memperkuat kerja‑kerja advokasi serta pendampingan hukum demi memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang maksimal dan berkeadilan, tutupnya.

Disampaikan oleh :
Rudy Bastian, S.H.
Hp : 085260042580 Direktur YBHA

Berita Terkait

Belajar dari Senjata Api, Ini Filosofi Diana Putri Amelia dalam Mengawal Aspirasi Petani Kopi Gayo
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan
Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
LIRA Minta BPK RI Pastikan Penggunaan Dana BBM Bencana oleh BPBD Gayo Lues Sesuai Ketentuan
Kunjungi Bea Cukai, Pria Banda Aceh Terhindar dari Jerat Sindikat Penipuan Kiriman Luar Negeri
Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, Bea Cukai Aceh Terapkan Standar Pelayanan Terpadu

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:10 WIB

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 Jadi Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet*

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:09 WIB

Kapolri: Polri Siap Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum Internasional Bersama FBI Hadapi Kejahatan Modern

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:21 WIB

Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan PT PPA–PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:24 WIB

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:53 WIB

Diterbitkannya SK Penyempurnaan PB. MI 2026-2030, Dr. Fachrul Razi Tegaskan Legalitas di Bawah Kepemimpinan AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Fokus Prestasi Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:40 WIB

SWI Sambut Positif Arahan Dewan Pers, Siap Tingkatkan Standar Keanggotaan Wartawan

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:59 WIB

Tuduhan ke AHY dan Ibas Bermotif Politik, Publik Diminta Bijak dan Rasional

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:48 WIB

DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960

Berita Terbaru