Manado
, 29 November 2025.
Kegiatan Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut melalui Program 1.000 Jaringan Lawan TPPO semakin menunjukkan arah baru dalam gerakan masyarakat untuk melawan perdagangan orang. Pegiat kemanusiaan yang selama ini fokus pada isu perlindungan PMI dan pencegahan TPPO kini memasuki babak baru, dengan hadirnya komunitas ini sebagai motor penggerak edukasi langsung di tingkat lingkungan.
Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut menggelar sosialisasi dari rumah ke rumah, menyapa warga pesisir, pemuda, dan kelompok rentan di berbagai titik rawan rekrutmen ilegal. Kegiatan ini dibarengi dengan pembagian brosur Gerakan 1.000 Jaringan Lawan TPPO, yang berisi informasi singkat mengenai modus TPPO, nomor pengaduan, serta cara masyarakat bergabung dalam jaringan perlindungan di tingkat lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerakan ini terus berkembang karena didorong oleh kesadaran bahwa perdagangan orang tidak lagi terjadi jauh di luar negeri, tetapi sudah dimulai dari proses rekrutmen di desa-desa, kelurahan, dan kampung pesisir. Brosur yang dibagikan memuat pesan sederhana namun kuat: “Satu informasi menyelamatkan satu nyawa.”
Melalui pendekatan persuasif dan langsung kepada warga, relawan komunitas berupaya menjelaskan bagaimana perekrut ilegal mengincar mereka yang kurang mendapatkan akses informasi. Tak sedikit CPMI ilegal asal Sulut yang berakhir menjadi korban industri penipuan online, bahkan ada yang dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia atau hilang tanpa jejak. Fakta-fakta inilah yang mendorong komunitas untuk bergerak lebih agresif.
Sosialisasi juga menekankan pentingnya membangun jaringan warga. Setiap lingkungan dianjurkan menunjuk minimal satu orang relawan yang menjadi bagian dari 1.000 Jaringan Lawan TPPO, bertugas sebagai penghubung informasi dan pelapor cepat jika menemukan aktivitas rekrutmen mencurigakan.
Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut meyakini bahwa pencegahan paling efektif adalah yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Dengan edukasi, kewaspadaan, dan jejaring warga, perdagangan orang dapat ditekan mulai dari akar persoalan.
Gerakan ini diprakarsai oleh Bripka Antonius Sangkay, yang selama ini dikenal aktif menggagalkan keberangkatan CPMI ilegal di Bandara Sam Ratulangi. Ia menegaskan bahwa gerakan masyarakat adalah kunci untuk memutus rantai TPPO di Sulawesi Utara.
Warga yang ingin bergabung cukup mengetik “GABUNG” dan mengirim ke 0852-9807-77707.
tim tppo












































