Desta Sekretaris A-PPI Nagan Raya Sebut Penting Untuk Mengintifikasi Argumen Yang Tidak Valid

My Redaksi

- Redaksi

Jumat, 27 Juni 2025 - 23:20 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : Desta Sekretaris DPD A-PPI Kabupaten Nagan Raya

Ket foto : Desta Sekretaris DPD A-PPI Kabupaten Nagan Raya

Nagan Raya|Liputan1.net – Pentingnya memahami logical fallacy atau kekeliruan logika agar kita bisa mengidentifikasi argumen yang tidak valid, berpikir lebih kritis, dan terhindar dari manipulasi. Dengan mengenali berbagai jenis logical fallacy, kita dapat mengevaluasi argumen secara lebih objektif, menghindari kesalahan dalam penalaran, dan mengambil keputusan yang lebih tepat, informasi ini disampaikannya pada media di Sekretariat DPD A-PPI Kabupaten Nagan Raya Kampong Purwodadi, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Setempat, Jum’at malam (27/06/2025).

Dikatakannya, Logical fallacy sering digunakan untuk memanipulasi orang lain dengan membuat argumen yang tampak meyakinkan padahal sebenarnya tidak valid. Dengan memahami fallacy, kita dapat terhindar dari jebakan manipulasi ini.

“Dengan mengenali kesalahan logika, kita dapat lebih kritis dalam mengevaluasi informasi yang kita terima, baik dalam bentuk argumen lisan, tulisan, maupun dalam media” ujarn Desta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan mengenali logical fallacy, kita dapat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan memastikan bahwa informasi yang kita sampaikan didasarkan pada fakta dan penalaran yang valid” ungkapnya.

Desta menyebutkan, untuk menghindari logical fallacy, penting untuk berpikir kritis dan cermat, fokus pada argumen bukan pada pribadi, dan menggunakan bukti serta fakta dalam berargumen. Selain itu, hindari asumsi tanpa dasar, pilih pilihan yang tidak terbatas, dan jangan terjebak dalam argumen ekstrem.

Ia menjelaskan beberapa cara untuk menghindari logical fallacy diantaranya.
1. Berfikir kritis
2. Fokus pada arguentasi
3. Gunakan Arguentasi yang berdasar fakta dan bukti
4. Pahami konsep logika formal
5. Gunakan teknik berfikir kriti.

Desta menekankan, dengan menerapkan cara-cara di atas makan akan terhindar dari logical fallacy dan mampu membangun argumen yang kuat dan meyakinkan, imbus Desta Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Per Indonesia (A-PPI) Kabupaten tersebut.(***)

 

Editor : red//

Berita Terkait

Disdikbud Subang Gelar Uji Kompetensi Guru, Perkuat Profesionalisme Pendidik Menuju Pendidikan Berkualitas
Anggota DPD RI Asal Sulteng Berinisial RA Ditetapkan Sebagai Tersangka, Berpotensi di PAW
SWI Sambut Positif Arahan Dewan Pers, Siap Tingkatkan Standar Keanggotaan Wartawan
Membangun Pendidikan Berkualitas, Jambore GTK Subang Hadirkan Ruang Kolaborasi dan Inovasi
Masjid Panggilan Sujud Direvitalisasi, Wakapolri: Bangun Karakter, Bangun Peradaban*
Dari Sawah untuk Negeri, Kepemimpinan Humanis Kapolsek Cicalengka Dorong Panen Melimpah di Empat Desa
Kapolda Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Solimandungan 2 dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:10 WIB

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 Jadi Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet*

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:11 WIB

Kapolri: Desk Ketenagakerjaan Hadir Berikan Solusi bagi Persoalan Buruh*

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:09 WIB

Kapolri: Polri Siap Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum Internasional Bersama FBI Hadapi Kejahatan Modern

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:21 WIB

Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan PT PPA–PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:24 WIB

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:53 WIB

Diterbitkannya SK Penyempurnaan PB. MI 2026-2030, Dr. Fachrul Razi Tegaskan Legalitas di Bawah Kepemimpinan AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Fokus Prestasi Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:40 WIB

SWI Sambut Positif Arahan Dewan Pers, Siap Tingkatkan Standar Keanggotaan Wartawan

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:59 WIB

Tuduhan ke AHY dan Ibas Bermotif Politik, Publik Diminta Bijak dan Rasional

Berita Terbaru