Kutacane : Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry S.E, MM., mengatakan tantangan dan isu pembangunan daerah di masa depan sangat dinamis. Sehingga diperlukan kalkulasi potensi daerah dan langkah strategis untuk menghadapi itu.
Hal tersebut di tegaskan Bupati saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Aceh Tenggara tahun 2026. (Selasa, 15 April).
“Tren pendapatan daerah semakin menurun sementara kebutuhan belanja daerah meningkat. Maka itu, diperlukan solusi dan daya ungkit ekonomi untuk meningkatkan dan menambah Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), “ Ungkap Fakhry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakhry mengaku saat ini pemerintah daerah perlu keseriusan dalam kebijakan apalagi adanya efesiensi dari pemerintah pusat. Pihaknya berharap dukungan dan kerjasama untuk memberi rekomendasi dan masukan secara terang benderang agar dapat mengambil kebijakan secara tepat.
“Ada informasi awal, saat ini banyak PAD yang bocor. Saya tidak mau lagi hal itu terlulang agar keuangan pemerintah daerah dapat stabi dan efektif mencapai tujuan kita yaitu menuju perbaikan Aceh Tenggara.” Tambahnya.
Kepala Badan Perencaraan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Aceh Tenggara Sahrul Desky, S.E,. M.si, mengatakan Musrenbang 2026 ini diharapkan dapat menentukan arah prioritas pembangunan dengan efektif dan selaras.
Sahrul mengatakan pihaknya sudah melaksanakan dialog publik PRPJMK 2025-2030 dan hari ini Musrenbang RKPK yang sebelumnya juga sudah di laksakan Musrenbang tingkat kecamatan.
“Dengan tahapan yang telah di lalui, di harapkan dapat menghasilkan kebijakan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan daerah. Nantinya, penetapan RKPK ini akan di rilis pada Juni 2026,” Ucap Sahrul.
(Suryadi Darma )














































