Bulog Mulai Serap Gabah Petani Aceh Tenggara

SURYADI DARMA

- Redaksi

Rabu, 9 April 2025 - 18:26 WIB

50466 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane : Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog ) Kantor Cabang Kutacane mulai membeli gabah kering hasil panen petani padi di Kabupaten Aceh Tenggara dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kg. Pembelian tersebut sudah dimulai sejak maret lalu.

Asisten Manajer Operasional Perum Bulog Kanca Kutacane Ahmad Rijal Hasibuan mengaku pihaknya sudah mulai melakukan pembelian gabah langsung ke petani. “Sesuai Instruksi dari pusat, dari maret lalu kami sudah melakukan pembelian ke petani dengan harga Rp 6,500 per kg, total pembelian hingga 9 april ini sudah sekitar 190 ton,” ujar Rijal

Rijal juga menegaskan pihaknya saat ini siap menghadapi panen raya dengan menyerap sebanyak banyaknya gabah dari petani walaupun tetap membuka ruang bagi pihak swasta untuk membeli dengan harga di atas HPP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun kami menghimbau agar petani memanen padi mereka sesuai usia tanam agar kualitas gabah tetap terjaga kualitasnya, jangan masih hijau pun di panen,” tambahnya.

Bagi petani yang ingin gabahnya di beli oleh Bulog dapat langsung menghubungi Babinsa setempat agar di sesuaikan jadwalnya, lalu petani harus menyiapkan identitas dan nomer rekening untuk pembayaran.

“Sebaiknya proses pemotongan padi telah selesai, sehingga tim kami datang tinggal menimbang gabah. Proses pembayaran dilakukan secara transfer ke rekening yang di daftar dalam tempo biasanya 1 x 24 jam,” tegas Rijal.

Penentuan HPP ini bertujuan meningkatkan harga gabah di tingkat petani sehingga petani di minta untuk menjual dengan harga yang sudah di atur. Namun, boleh menjual gabah dengan harga lebih tinggi ke pihak swasta.

Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry S.E., MM., mengaku ikut mendukung penuh kebijakan pangan tersebut agar meningkatkan pendatapan petani padi dan ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap petani di Aceh Tenggara bisa lebih sejahtera, dengan aturan HPP ini hasil penjualan bisa bernilai lebih tinggi dibanding sebelumnya,” ujar Fakhry.

Fakhry juga mengatakan pihak pemda saat ini juga sedang mengusahakan agar ketersediaan serta akan berusaha menurunkan harga pupuk bersubsidi untuk petani menjadi di bawah Rp 150,000 per sak 50 kg.

“Mendukung program ketahanan pangan, kami sedang berusaha untuk terus menekan harga pupuk bersubsidi di bawah Rp 150.000 per kg. Kalau bisa Cuma Rp.120.000 per kg,” ucap Fakhry.

Fakhry mengaku sejak dilantik pihak pemda berhasil menstabilkan harga pupuk bersubsidi di pasaran dengan harga beli Rp 150.000 per sak. Karena itu, pihaknya akan berusaha agar harga pupuk bersubsidi di pasaran bisa lebih terjangkau dan menguntungkan petani.

Suryadi Darma

Berita Terkait

Perkuat Sinergi dan Kebersamaan, Kapolres Aceh Tenggara Tatap Muka dan Silaturahmi Bersama Bhayangkari Se-Cabang Aceh Tenggara
LIRA Gayo Lues Desak Transparansi, Bantah “Kondusif” Versi Dinas Pertanian Soal Dugaan Potongan Bantuan Irigasi
Sigap di Tengah Bencana, Personel Polsek Lawe Sigala-gala Bantu Warga Melintas di Lokasi Banjir Bandang
Patroli Malam Polres Aceh Tenggara, Wujud Nyata Hadirnya Polisi Jaga Keamanan Masyarakat
Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025
Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Sabu di Pondok Kebun, Barang Bukti Disembunyikan di Bawah Pohon Pinang
Dua Petani di Aceh Tenggara Tertangkap Tangan Miliki Sabu, Sempat Buang Barang Bukti Saat Digerebek
Jumat Berkah Penuh Makna, Polres Aceh Tenggara Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Banjir Ketambe

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:00 WIB

Bukan Sekadar Administrasi, PT Rosin Disebut Menyimpan Pelanggaran Berlapis yang Harus Dibuka

Selasa, 28 April 2026 - 04:17 WIB

PT Rosin Trading Internasional Disorot karena Diduga Berkaitan dengan Rantai Getah Pinus yang Kerap Ditindak Polisi

Selasa, 28 April 2026 - 02:52 WIB

Polda Aceh Diminta Menelusuri Kesesuaian Izin, Produksi, dan Pengiriman Barang PT Rosin Trading Internasional

Kamis, 9 April 2026 - 22:42 WIB

Hukum Dipertanyakan, Rabusin Ungkap Dugaan Ketidakadilan dalam Proses Persidangan di Gayo Lues

Rabu, 1 April 2026 - 18:38 WIB

Kasus Penganiayaan dan Perampasan Barang di Proyek Batalion Akan Dilaporkan, Publik Gayo Lues Tagih Keadilan

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:40 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Konferensi Pers Laka Lantas Maut di Desa Raklunung

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:18 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Curas Maut

Berita Terbaru