Kutacane : Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog ) Kantor Cabang Kutacane mulai membeli gabah kering hasil panen petani padi di Kabupaten Aceh Tenggara dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kg. Pembelian tersebut sudah dimulai sejak maret lalu.
Asisten Manajer Operasional Perum Bulog Kanca Kutacane Ahmad Rijal Hasibuan mengaku pihaknya sudah mulai melakukan pembelian gabah langsung ke petani. “Sesuai Instruksi dari pusat, dari maret lalu kami sudah melakukan pembelian ke petani dengan harga Rp 6,500 per kg, total pembelian hingga 9 april ini sudah sekitar 190 ton,” ujar Rijal
Rijal juga menegaskan pihaknya saat ini siap menghadapi panen raya dengan menyerap sebanyak banyaknya gabah dari petani walaupun tetap membuka ruang bagi pihak swasta untuk membeli dengan harga di atas HPP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun kami menghimbau agar petani memanen padi mereka sesuai usia tanam agar kualitas gabah tetap terjaga kualitasnya, jangan masih hijau pun di panen,” tambahnya.
Bagi petani yang ingin gabahnya di beli oleh Bulog dapat langsung menghubungi Babinsa setempat agar di sesuaikan jadwalnya, lalu petani harus menyiapkan identitas dan nomer rekening untuk pembayaran.
“Sebaiknya proses pemotongan padi telah selesai, sehingga tim kami datang tinggal menimbang gabah. Proses pembayaran dilakukan secara transfer ke rekening yang di daftar dalam tempo biasanya 1 x 24 jam,” tegas Rijal.
Penentuan HPP ini bertujuan meningkatkan harga gabah di tingkat petani sehingga petani di minta untuk menjual dengan harga yang sudah di atur. Namun, boleh menjual gabah dengan harga lebih tinggi ke pihak swasta.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry S.E., MM., mengaku ikut mendukung penuh kebijakan pangan tersebut agar meningkatkan pendatapan petani padi dan ketahanan pangan nasional.
“Kami berharap petani di Aceh Tenggara bisa lebih sejahtera, dengan aturan HPP ini hasil penjualan bisa bernilai lebih tinggi dibanding sebelumnya,” ujar Fakhry.
Fakhry juga mengatakan pihak pemda saat ini juga sedang mengusahakan agar ketersediaan serta akan berusaha menurunkan harga pupuk bersubsidi untuk petani menjadi di bawah Rp 150,000 per sak 50 kg.
“Mendukung program ketahanan pangan, kami sedang berusaha untuk terus menekan harga pupuk bersubsidi di bawah Rp 150.000 per kg. Kalau bisa Cuma Rp.120.000 per kg,” ucap Fakhry.
Fakhry mengaku sejak dilantik pihak pemda berhasil menstabilkan harga pupuk bersubsidi di pasaran dengan harga beli Rp 150.000 per sak. Karena itu, pihaknya akan berusaha agar harga pupuk bersubsidi di pasaran bisa lebih terjangkau dan menguntungkan petani.
Suryadi Darma














































