Liputan1.net-BANDUNG BARAT — Dinamika pemerintahan desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru. Diki Rohani, Kepala Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bandung Barat untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam proses pemilihan, Diki Rohani memperoleh 10 suara Dari 18, mengungguli pesaingnya, Haji Aai dari Kecamatan Cipongkor. Hasil tersebut sekaligus menandai besarnya kepercayaan para kepala desa di KBB terhadap kepemimpinan Diki untuk membawa organisasi profesi pemerintahan desa tersebut menghadapi berbagai tantangan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai terpilih dan dikukuhkan, Diki menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak akan serta-merta mengesampingkan capaian yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya.
Menurutnya, program yang telah berjalan baik akan dipertahankan dan diperkuat, sementara sejumlah inovasi baru akan disiapkan sesuai dengan kebutuhan desa-desa di Kabupaten Bandung Barat.
«“Target saya ke depan adalah mempertahankan apa yang sudah berjalan baik dari kepengurusan sebelumnya, sekaligus menciptakan hal-hal baru untuk masa mendatang,” ujar Diki Rohani.»
Langkah awal, kata dia, akan dilakukan melalui pembentukan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan DPC Apdesi KBB periode 2026–2031.
Setelah kepengurusan terbentuk, Apdesi akan segera menggelar musyawarah kerja untuk menyusun program prioritas yang dinilai mampu memberikan manfaat konkret bagi pemerintah desa maupun masyarakat.
«“Langkah terdekat kami akan membentuk tim formatur untuk menyusun susunan kepengurusan, lalu segera menggelar musyawarah kerja guna merancang program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan desa di seluruh Kabupaten Bandung Barat,” katanya.»
Fokus pada BUMDes dan Koperasi Desa
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Diki adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Diki mengakui, kondisi setiap desa di KBB tidak sama. Sebagian desa masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan usaha, hingga ketersediaan lahan untuk mengembangkan unit-unit ekonomi desa secara optimal.
Karena itu, Apdesi KBB akan mendorong koordinasi lintas pihak untuk mencari solusi atas berbagai kendala tersebut.
Menurut Diki, penguatan ekonomi desa tidak cukup hanya dengan membentuk kelembagaan. Diperlukan pengelolaan profesional, pemetaan potensi lokal, serta pendampingan agar BUMDes maupun Kopdes benar-benar mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dukung E-Voting Pilkades, Tapi Minta Kesiapan Dimatangkan
Selain persoalan ekonomi desa, Diki turut menyoroti wacana penerapan sistem electronic voting (e-voting) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Ia menyatakan Apdesi pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Namun, penerapan teknologi dalam proses demokrasi desa menurutnya harus disertai persiapan yang matang.
Kondisi geografis KBB yang beragam menjadi salah satu pertimbangan. Persoalan jaringan internet, akses teknologi, hingga pelayanan bagi kelompok masyarakat tertentu harus dipastikan tidak menjadi hambatan dalam menggunakan hak pilih.
«“Secara prinsip kami mendukung penuh program pemerintah. Tetapi, kendala seperti sinyal yang belum merata serta kemudahan akses bagi warga lansia maupun warga yang sakit harus dipikirkan secara matang, agar tidak ada warga yang kehilangan hak politiknya,” tegasnya.»
Diki meyakini penerapan e-voting tetap dapat diwujudkan sepanjang pemerintah melakukan persiapan secara menyeluruh dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing wilayah.
«“Saya yakin kita bisa menemukan cara terbaik agar demokrasi di desa tetap berjalan lancar, adil, dan merata,” tambahnya.»
Apdesi KBB Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Di bawah kepemimpinan baru, Diki berharap DPC Apdesi KBB tidak hanya menjadi wadah komunikasi para kepala desa, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa.
Ia ingin Apdesi menjadi organisasi yang mampu menyerap aspirasi kepala desa, mengawal kepentingan pemerintahan desa, sekaligus ikut menyukseskan program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
“Harapan saya, Apdesi KBB ke depan bisa menjadi mitra strategis yang handal, memberikan manfaat nyata bagi desa dan masyarakat, serta ikut mengawal dan menyukseskan program-program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.
Terpilihnya Diki Rohani kini menjadi awal dari tantangan baru. Masa bakti lima tahun ke depan akan menjadi momentum bagi kepengurusan Apdesi KBB untuk membuktikan sejauh mana organisasi tersebut mampu menjawab persoalan desa sekaligus mendorong lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.(Liputan1.net)












































