Koalisi Pemuda Turatea Kembali Unjuk Rasa Di Kejati Minta Kasusnya Di Ambil Alih.

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:05 WIB

50203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jeneponto l Liputan1.net – Kasus dugaan Korupsi pupuk bersubsidi senilai Rp 6 Miliar bukan sekadar persoalan angka dan laporan keuangan. Di baliknya, terdapat penderitaan petani, rusaknya kepercayaan publik, serta nasib seorang warga Negara bernama Ibu Amrina, yang hingga kini masih mencari keadilan yang seharusnya dijamin oleh Hukum.

Pupuk Subsidi adalah hak petani kecil, hak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada tanah dan kerja keras sesuap nasi untuk menghidupi keluarga nya.

Ketika anggaran sebesar itu diselewengkan atau di rampok oleh pihak Oknum yang tidak bertanggung jawab maka bagaimana kehidupan para petani yang ada di Indonesia, Dimana pupuk Subsidi Anggara RP 6 Milyar sebesar itu dirampas bukan hanya uang Negara, tetapi juga masa depan para Petani dan Ketahanan Pangan Rakyat. Oleh karena itu, Kasus ini tidak boleh ditangani setengah hati, apalagi dibiarkan menguap tanpa kejelasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

24/12/2025., Salah satu Petani , sebut saja Ibu Amrina, sekarang berada di pusaran perkara ini sebagai pihak yang terdampak secara langsung.

Namun, proses Hukum yang berjalan justru menimbulkan tanda tanya besar: apakah keadilan benar-benar ditegakkan, atau justru melemahkan pihak yang paling rentan? Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Tegas Ibu Amrina.

Dalam Orasinya Sodara Agung setiawan” Pengawalan terhadap Kasus ini adalah bentuk kepedulian dan kontrol Demokratis. Kami mendesak Aparat Penegak Hukum(APH),untuk bekerja secara Transparan, Profesional, dan Berkeadilan, mengusut tuntas siapa pun yang bertanggung jawab tanpa pandang Jabatan atau Kekuasaan. Fakta harus dibuka seterang-terangnya, dan setiap keputusan Hukum harus berpihak pada Kebenaran, Ungkapnya di depan Kantor Kejaksaan.

Lanjutnya” Keadilan untuk Ibu Amrina adalah simbol keadilan untuk rakyat kecil. Jika satu orang saja dikorbankan demi melindungi kepentingan tertentu, maka keadilan itu sesungguhnya telah gagal. Karena itu, kami akan terus mengawal kasus ini hingga kejelasan Hukum benar-benar ditegakkan dan keadilan tidak lagi menjadi janji kosong.

Keadilan bukan untuk ditawar.

Usut tuntas korupsi pupuk subsidi Rp 6 Miliar, Pulihkan hak rakyat dan kembalikan Kesejahteraan Rakyat.,

Berita Terkait

Как 1xbet скачать для безопасных транзакций и выигрышей
Обзор 1win официальный сайт: преимущества и недостатки
Warunki i korzyści z rejestracji na Mostbet w 2023 roku
Как казино Pin-Up обеспечивает честные отзывы и вывод средств
PayID Pokies Australia official site: discover fast deposits and exciting bonuses
Mostbet-də Azərbaycanda Slot Oyunları: Ən Çox Qazanılanlar
Betwinner Casino Australia: Navigating Game Categories Efficiently
Come trovare i migliori casino sicuri non AAMS

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:50 WIB

PAUD Salak Manis Citatah Dapat Anggaran Revitalisasi APBN Rp356,8 Juta, Bangun RKB dan Dua Ruang Kantor

Senin, 7 September 2026 - 13:54 WIB

HUT RI ke-81 dan Milangkala Desa Gadobangkong ke-44 Meriah, Warga Tumpah Ruah Ikuti Pesta Rakyat

Minggu, 6 September 2026 - 11:28 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediaman Hj. Pipih Supriati, SE., Dipadati Warga Desa Padalarang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Milangkala ke-159 Desa Padaasih Digelar Meriah, Hajat Bumi Jadi Wujud Syukur dan Gotong Royong

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Penyaluran Bantuan Beras Kemensos Disambut Gembira Warga Desa Cipeundeuy, 881 PM Terima Bantua

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Pelantikan IKA PMII KBB Dorong Akselerasi Ekonomi Berbasis Umat, Perkuat Sinergi Alumni Menuju Bandung Barat Amanah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Milangkala ke-176 Desa Cigugur Girang Dirangkai Peringatan HUT RI ke-81, Warga Antusias Ikuti Beragam Kegiatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Agung Lintang Astha, Jadi Momentum Mempererat Ukhuwah dan Meneladani Rasulullah

Berita Terbaru