**BANDUNG BARAT – Liputan1.net** – Program revitalisasi SDN Sinarjaya di RT 03/RW 15, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terus berjalan dengan progres fisik dilaporkan mencapai sekitar 70 persen. Pembangunan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini memiliki nilai anggaran sebesar **Rp1.411.504.714**.
Revitalisasi tersebut meliputi pembangunan sembilan ruang kelas, satu ruang administrasi, serta rehabilitasi tiga fasilitas toilet. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan tampak mengalami pembenahan dengan penataan dinding yang rapi, plafon yang elegan, serta penggunaan keramik bernuansa natural sehingga menghadirkan kesan lebih modern dan nyaman.
Kepala SDN Sinarjaya, **Juarni, M.Pd.**, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan program revitalisasi tersebut. Ia berharap pembaruan sarana dan prasarana sekolah dapat meningkatkan kenyamanan peserta didik dan guru sekaligus menunjang kegiatan belajar mengajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman dan mampu mendukung terciptanya peserta didik yang unggul serta berprestasi,” ujar Juarni.
Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Pengelolaan kegiatan diharapkan berjalan sesuai rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta ketentuan pertanggungjawaban penggunaan dana.
Selain kualitas bangunan, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Menurut keterangan pihak sekolah, pekerja diarahkan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan progres yang dilaporkan mencapai 70 persen, pekerjaan masih perlu dilanjutkan hingga seluruh komponen selesai. Kesesuaian hasil pembangunan dengan spesifikasi teknis, ketepatan penggunaan anggaran, serta keamanan dan kenyamanan fasilitas menjadi faktor penting untuk memastikan revitalisasi memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekolah.
Masyarakat berharap program yang didanai APBN tersebut tidak hanya menghasilkan bangunan dengan tampilan menarik, tetapi juga fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan dapat digunakan secara optimal.,
Red.*Yuni Wah*











































