Polsek Blangkejeren Libatkan Warga dalam Program Penanaman Komoditas Pokok Sebagai Upaya Dukung Ketahanan Pangan Wilayah

LIPUTAN 1

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 14:40 WIB

50371 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren, Gayo Lues — Ketahanan pangan bukan hanya soal kecukupan konsumsi masyarakat, tetapi menyangkut kedaulatan, keadilan sosial, serta kesejahteraan jangka panjang. Dalam semangat itulah, Polsek Blangkejeren, Polres Gayo Lues, Polda Aceh menggandeng warga di wilayah hukum setempat untuk menjalankan program ketahanan pangan berbasis partisipasi lokal. Kegiatan ini menjadi cerminan nyata pelaksanaan Asta Cita, delapan agenda prioritas pembangunan nasional, di tingkat akar rumput.

Pada Rabu (18/06/2025), Kapolsek Blangkejeren, Iptu Syamsuddin, S.H., mewakili Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., menyampaikan bahwa personel Polsek bersama warga telah melakukan penanaman jagung, cabai, dan bawang di lahan pertanian milik warga binaan Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga proses pemeliharaan.

Menurut Kapolsek, program ini merupakan wujud dukungan terhadap agenda nasional khususnya Asta Cita poin ke-7, yaitu Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. “Pertanian rakyat adalah kekuatan bangsa. Ketika warga bisa menanam sendiri bahan pokok seperti jagung, cabai, dan bawang, maka mereka secara langsung berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Kapolsek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-2, Mewujudkan masyarakat yang maju, berkeseimbangan, dan demokratis, melalui pelibatan aktif warga dalam pembangunan ekonomi berbasis lokal. Dengan memberikan ruang partisipatif bagi masyarakat, Polsek Blangkejeren turut memperkuat fondasi demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

Lebih jauh, aspek peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia yang merupakan Asta Cita poin ke-3 juga terakomodasi dalam program ini. Ketersediaan bahan pangan yang cukup dan sehat adalah prasyarat dasar bagi kehidupan yang bermartabat dan sejahtera. “Program ketahanan pangan bukan hanya soal menanam, tapi tentang bagaimana kita memastikan anak-anak bisa tumbuh sehat dengan asupan gizi yang cukup dari hasil bumi sendiri,” lanjut Kapolsek.

Dalam konteks pemerataan pembangunan dan memperkuat daerah-daerah sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita poin ke-5, keterlibatan polisi dalam menggerakkan program seperti ini menunjukkan komitmen bahwa pembangunan tidak hanya berada di pundak pemerintah pusat, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.

Asta Cita juga menekankan revolusi karakter bangsa, yang tercermin dalam nilai-nilai gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial dalam program ini. Polisi bukan lagi sekadar simbol keamanan, tetapi menjadi penggerak moral dan teladan kerja produktif dalam masyarakat.

Kapolsek berharap kegiatan ini mampu menginspirasi seluruh lapisan masyarakat dan instansi lainnya untuk turut serta dalam mendukung ketahanan pangan, terlebih di tengah tantangan ekonomi global dan ancaman krisis pangan yang membayangi banyak negara. “Kami ingin program ini menjadi cikal bakal lahirnya gerakan rakyat yang kuat dan berdikari, sebagaimana cita-cita luhur bangsa,” tegasnya.

Polsek Blangkejeren bertekad menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan berkelanjutan. Tidak hanya untuk meningkatkan hasil pangan, tetapi juga untuk menciptakan harmoni sosial, memperkuat ketahanan komunitas, serta menjadikan rakyat sebagai aktor utama dalam pembangunan.

Dengan menjadikan Asta Cita sebagai pijakan, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inisiatif serupa di berbagai pelosok tanah air. Ketika seluruh elemen bangsa bergerak bersama, kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang tumbuh dari desa menuju Indonesia yang lebih berdaulat. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Hasil Pemeriksaan Dokter RSU MAK, Ungkap Penyebab Kematian RD
Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining
Polres Gayo Lues Gelar Bakti Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Kasus Gadai Mobil Berujung Dugaan Penggelapan di Gayo Lues, Leasing dan Oknum Pemilik Unit Dibidik Pasal Berlapis
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan
Bukan Sekadar Administrasi, PT Rosin Disebut Menyimpan Pelanggaran Berlapis yang Harus Dibuka

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Penghasilan Pajak Pemerintah Mendapatkan Ribuan Trilyun Ditengah Kemiskinan Rakyat Yang Semakin Parah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Dudung Abdurachman Di Lantik Menko Polkam, Aktivis Nasional : Sosok Figur Terbaik yang Loyal Terhadap Bapak Presiden Prabowo

Rabu, 30 September 2026 - 01:03 WIB

Jerry Massie Soroti Kontroversi Pernyataan Jokowi, Mulai Esemka, Impor, Politik Keluarga hingga Polemik Ijazah

Minggu, 27 September 2026 - 02:12 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Korupsi di Bogor Para ASN Bawahannya Ikut Pucuk Pimpinan Semua. Maka Kpk Jangan Basa Basi Harus Tangkap Pucuk Sampai Akarnya

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

DPP LPPI: Ombudsman Tendensius, Bangunan di Area SAE Lapas Cibinong Dijelaskan sebagai Rumah Dinas Jabatan

Kamis, 24 September 2026 - 04:16 WIB

Edi Suprapto Tegaskan Media Bukan Pelengkap, SWI Jabar Minta Kepastian Mekanisme Kemitraan di Diskominfo

Selasa, 22 September 2026 - 16:51 WIB

24 Universitas Indonesia Dibawa FAME ke Hanoi, Bidik Kolaborasi Strategis dengan VNU

Berita Terbaru